Jakarta, Bukan hanya rasa manis dan lezat saja yang
ditawarkan oleh madu untuk Anda. Madu dapat memperindah kulit Anda, baik
itu dengan cara dimakan langsung atau dengan menggunakan produk
kecantikan yang berbahan dasar madu.
Berikut adalah 4 manfaat madu untuk kulit Anda, seperti dilansir dari womenshealthmag, Jumat (8/6/2012) antara lain:
1. Memelihara nutrisi kulit
Selain
mengandung air dan gula alami, madu juga mengandung nutrisi untuk
kulit, termasuk vitamin, mineral, dan asam amino. Madu juga menawarkan
antioksidan yang kuat termasuk asam caffeic dan catechin yang menjaga
tubuh dan kulit dari kerusakan oksidatif dan lingkungan.
Untuk
mendapatkan manfaat ini, Anda dapat mengonsumsi madu murni secara
langsung atau dengan mencamourkannya pada makanan atau minuman.
2. Mengatur dan mempertahankan kelembaban kulit
Madu
mampu menarik kelembaban alami dari udara ke dalam kulit dan menjaga
kulit dari kekeringan. Produk kecantikan yang mengandung madu biasanya
menjadi pilihan utama untuk semua jenis kulit, terutama orang dengan
kulit berminyak untuk mencegah kulit tetap lembab dan sehat.
3. Menangkal bakteri penyebab jerawat dan menyamarkan noda bekas jerawat
Ketika
madu diencerkan, komponen alaminya akan bereaksi dan membentuk hidrogen
peroksida. Senyawa ini bertindak sebagai antiseptik untuk meningkatkan
kekebalan kulit Anda dan menangkal bakteri yang dapat menyebabkan
jerawat.
Madu juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri
yang dapat membantu menyamarkan bekas jerawat dan membantu kulit Anda
lebih cepat sembuh dari luka. Pilihlah produk kecantikan yang menawarkan
khasiat madu di dalamnya.
4. Menyeimbangkan bakteri probiotik yang baik bagi tubuh dan kulit
Anda
mungkin pernah mendengar kata probiotik, yaitu bakteri sehat yang
ditemukan dalam yoghurt dan sebagainya. Probiotik adalah hal besar
selanjutnya yang bermanfaat dalam perawatan kulit.
Jika Anda
makan madu, Anda akan mendapatkan asupan karbohidrat kompleks khusus
yang memelihara pertumbuhan bakteri probiotik yang sehat dalam sistem
pencernaan. Madu juga akan membantu mengembalikan keseimbangan bakteri
probiotik yang baik pada kulit jika Anda menggunakan produk kecantikan
berbahan dasar madu di kulit Anda.
Bakteri baik pada kulit akan
berkembang menjadi bakteri jahat karena pengaruh stres lingkungan dan
tersumbatnya pori-pori. Pori-pori yang tersumbat akan menghambat
sirkulasi oksigen, mendorong pertumbuhan bakteri jahat dan menyebabkan
jerawat.
Madu akan menggagalkan bakteri jahat dan menyeimbangkan jumlah bakteri probiotik sehingga kulit tampak sehat bercahaya.
infomadumurni.blogspot.com
Thursday, June 7, 2012
Thursday, May 24, 2012
Masker Madu Untuk Relaksasi Wajah Bagi Semua Jenis Kulit
Masker Madu baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Masker madu
mengandung antiseptik yang berguna untuk membunuh bakteri yang menempel
pada wajah dan menyebabkan peradangan kulit yang kering sehingga timbul
jerawat.
Madu juga mengandung gizi yang dapat membuat kulit semakin lembut dan mengurangi minyak yang berlebih.
Selain itu madu merupakan bahan alami
tanpa efek samping. Masker Madu sangat baik untuk relaksasi wajah, baik
untuk laki-laki maupun perempuan dan bisa untuk semua jenis kulit.
Manfaat Madu:
- Sebagai Anti Oksidan
- Melembabkan wajah
- Mengobati Jerawat
- Menghilangkan flek-flek hitam
- Dapat dioles dibibir sebagai pelembeb/pencegah bibir kering
Cara Pakai:
Oles madu secara merata di wajah, diamkan + 15 menit kemudian basuh dengan air hangat.
Oles madu secara merata di wajah, diamkan + 15 menit kemudian basuh dengan air hangat.
Sunday, May 20, 2012
Manfaat Madu Untuk Ibu Hamil kali ini akan kita bahas, setelah beberapa manfaat madu lainnya sudah dijelaskan di artikel khasiat madu untuk jerawat dan khasiat madu untuk kulit wajah. 
Khasiat Madu untuk Ibu Hamil antara lain:
1. Mengurangi rasa mual pada masa kehamilan
2. Menambah nafsu makan bagi ibu hamil
3. Untuk melindungi Janin dari keracunan
Manfaat madu untuk ibu hamil lainnya adalah:
Mengurangi Rasa Panas dalam Perut (Heartburn) yang sudah menjadi keluhan umum pada setiap wanita hamil. Ini karena pelunakan sphincter antara kerongkongan dan lambung akibat dari Hormon yang dilepaskan selama masa kehamilan. Menguranginya dengan minum resep campuran madu dan susu untuk membantu menetralkan asam lambung. Resep ini baik dinimun setiap malam menjelang tidur.
Dan masih banyak manfaat lain untuk ibu hamil muda lainnya, bisa konsultasi dengan dokter anda atau dengan ahli obat herbal yang anda percaya. - Review By: Edo Bago Item Reviewed: Manfaat Madu Untuk Ibu Hamil.
sumber : infomadumurni.blogspot.com

Khasiat Madu untuk Ibu Hamil antara lain:
1. Mengurangi rasa mual pada masa kehamilan
2. Menambah nafsu makan bagi ibu hamil
3. Untuk melindungi Janin dari keracunan
Manfaat madu untuk ibu hamil lainnya adalah:
Mengurangi Rasa Panas dalam Perut (Heartburn) yang sudah menjadi keluhan umum pada setiap wanita hamil. Ini karena pelunakan sphincter antara kerongkongan dan lambung akibat dari Hormon yang dilepaskan selama masa kehamilan. Menguranginya dengan minum resep campuran madu dan susu untuk membantu menetralkan asam lambung. Resep ini baik dinimun setiap malam menjelang tidur.
Dan masih banyak manfaat lain untuk ibu hamil muda lainnya, bisa konsultasi dengan dokter anda atau dengan ahli obat herbal yang anda percaya. - Review By: Edo Bago Item Reviewed: Manfaat Madu Untuk Ibu Hamil.
sumber : infomadumurni.blogspot.com
Sunday, May 13, 2012
Apa bedanya madu hutan dan ternak ?
banyak orang yang menanyakan apa sih bedanya madu hutan dan madu ternak ?
lebih bagus mana sih madu hutan dan madu ternak ?
pertanyaan simple tapi kadang agak susah juga menerangkannya lho...
yang pasti sih :
1. beda jenis lebahnya..
lebah madu hutan dari jenis Apis dorsata sedangkan madu ternak dari jenis Apis cerana atau apis melifera.
sehingga otomatis juga akan mempunyai perbedaan di jenis sarang, jenis nektar yang akhirnya akan mempengaruhi perbedaan rasa dan warna madu yang mereka hasilkan.
2. beda perlakuannya :
madu hutan didapat dari jenis lebah liar (bahasa inggrisnya untuk madu hutan adalah wild honey) yang sampai saat ini belum bisa ditangkarkan. sedangkan madu ternak bisa. (lha wong namanya madu ternak ya pasti kan bisa diternakan hehehe)
3. beda standar kadar airnya;
karena lebah hutan membuat sarang di tempat terbuka (batang pohon, batu karang dll) sehingga otomatis menjadi lebih terpengaruh akan perubahan musim dibanding sarang lebah ternak yang berada di dalam kotak. kadar air standar madu hutan yang ditentukan oleh JMHI sekitar 24% sedangkan kadar air madu (ternak) SNI 21%.source :http://www.maduhutan.com/informasi/madu/36-apa-bedanya-madu-hutan-dan-ternak-
infomadumurni.blogspot.com
lebih bagus mana sih madu hutan dan madu ternak ?
pertanyaan simple tapi kadang agak susah juga menerangkannya lho...
yang pasti sih :
1. beda jenis lebahnya..
lebah madu hutan dari jenis Apis dorsata sedangkan madu ternak dari jenis Apis cerana atau apis melifera.
sehingga otomatis juga akan mempunyai perbedaan di jenis sarang, jenis nektar yang akhirnya akan mempengaruhi perbedaan rasa dan warna madu yang mereka hasilkan.
2. beda perlakuannya :
madu hutan didapat dari jenis lebah liar (bahasa inggrisnya untuk madu hutan adalah wild honey) yang sampai saat ini belum bisa ditangkarkan. sedangkan madu ternak bisa. (lha wong namanya madu ternak ya pasti kan bisa diternakan hehehe)
3. beda standar kadar airnya;
karena lebah hutan membuat sarang di tempat terbuka (batang pohon, batu karang dll) sehingga otomatis menjadi lebih terpengaruh akan perubahan musim dibanding sarang lebah ternak yang berada di dalam kotak. kadar air standar madu hutan yang ditentukan oleh JMHI sekitar 24% sedangkan kadar air madu (ternak) SNI 21%.source :http://www.maduhutan.com/informasi/madu/36-apa-bedanya-madu-hutan-dan-ternak-
infomadumurni.blogspot.com
Wednesday, May 9, 2012
Madu sebagai Obat Luka
MADU UNTUK MENGOBATI LUKA
Tentu kita tak pernah
ragu pada firman Allah SWT yang menyatakan bahwa madu adalah obat dan
hal tersebut sudah dibuktikan oleh nenek moyang kita sejak ribuan tahun
yang lalu telah menggunakan madu sTentu kita tak pernah ragu pada firman
Allah SWT yang menyatakan bahwa madu adalah obat dan hal tersebut sudah
dibuktikan oleh nenek moyang kita sejak ribuan tahun yang lalu telah
menggunakan madu sebagai obat, mulai dari sakit ringan sampai sakit yang
berat, termasuk juga dalam pengobatan luka . Dalam dunia kesehatan
saat ini sudah makin banyak penelitian terkait madu dan
penelitian-penelitian terkait madu tak pernah berhenti.
Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada
Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang
diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Konferensi
tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari
madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu asli, royal jelly, serbuk
sari, dan propolis dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter
Rumania mengatakan bahwa ia mengujikan madu untuk pengobatan pasien
katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh total. Para dokter Polandia
juga menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa resin lebah dapat
membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir, masalah kulit,
penyakit ginekologis, dan berbagai penyakit lainnya.
Begitu pula dengan penggunaan madu asli sebagai obat luka, menurut Dr
Andrew Jull dari Klinik Universitas Auckland, New Zealand mengatakan
bahwa madu bisa menjadi obat yang baik untuk mengatasi luka bakar. Pada
tahun 1998 pernah dilakukan studi di India yang hasilnya menunjukkan
bahwa madu punya efek penyembuh yang sangat baik untuk luka bakar.
Sebuah penelitian di University of Waikoto, Hamilton, Selandia Baru
menunjukkan bahwa madu mengandung anti biotic alami yang sangat mujarab
dalam menangkis serangan bakteri. Ada banyak infeksi yang mampu diobati
dan dihambat dengan mengkonsumsi madu secara teratur, antara lain
saluran pencernakan, penyakit kulit, batuk, pilek, dan infeksi saluran
pernafasan, deman dan hati.
Pada tahun 2002, Catherina Hulbert,
seorang warga Amerika mengalami kecelakaan lalu lintas yang
mengakibatkan kakinya luka parah. Saat kecelakaan itu dia sudah
menderita penyakit diabetes. Sebab itu, luka yang dideritanya tidak
kunjung sembuh kendati sudah mengkonsusmsi berbagai obat dan anti
biotic. Kondisi seperti itu dia alami selama delapan bulan.Setelah
melihat kondisi lukanya yang tak kunjung membaik, maka Dr Jennifer Eddy
dari fakultas kedokteran Universitas Wisconsin menganjurkan untuk
menggunakan madu lebah sebagai obat yang dioleskan di tempat luka.
Setelah beberapa bulan melakukan pengabotan dengan madu lebah tersebut
luka kaki Catherina Hulbert-pun sembuh total. Kasus tersebut menyebabkan
Dr Jennifer Eddy memperoleh dukungan dari Akedemi Amerika Untuk Dokter
Keluarga di wilayah Wisconsin untuk meneruskan kajiannya khusus
pengobatan melalui madu lebah.
Sesungguhnya apa sih yang terkandung dalam madu asli sehingga dapat menyembuhkan luka dengan baik?
Madu mengandung..
- Gula ( fruktosa 41%, glukosa35%, sukrosa 1,9%)
- Air : hanya madu yang memiliki kadar air kurang dari 18% yang dapat disimpan dalam waktu lama tanpa khawatir akan mengalami proses fermentasi
- Kalori : 1 kg madu mengandung 3.280 kalori atau setara dengan 50 butir telur ayam, 5,7 liter susu, 25 buah pisang, 40 buah jeruk, 4 kg kentang, 1,68 kg daging
- Enzim : madu mengandung banyak enzim diantaranya adalah invertase, diastase, katalase, peroksidase, katalase, protease. Enzim katalase mengubah hydrogen peroksidase menimbulkan efek anti bakteri
- Hormon : gonadotropin, yang berfungsi menstimulasi kelenjar seksual
- Asam amino : proline, tyrosine, phenilalanin, glutamine, asam aspartat
- Berbagai vitamin dan mineral : madu mengandung berbagai vitamin dan mineral yg dibutuhkan tubuh: A, B komplek, C,D,E dan K, mineral : zat besi, kalium, kalsium, magnesium, tembaga, mangan, natrium, fospor, dll
Berikut adalah keistimewaan madu dalam mengobati luka:
- Madu mampu mengurangi terjadinya peradangan ditandai dengan berkurangnya nyeri dan bengkak dan luka mongering hal ini disebabkan karena madu memiliki osmolaritas yang tinggi (kadar air kurang dari 17%) sehingga mampu menyerap cairan luka dan memperbaiki sirkulasi dan pertukaran udara disekitar luka
- Madu memiliki efek membersihkan terbukti dengan terangkatnya jaringan mati pada balutan yang oleskan madu.
- Madu memiliki efek anti bakteri dan anti oksidan sehingga mampu menghambat efek radikal bebas, akan mengurangi kerusakan jaringan . Juga terdapatnya zat lain yaitu hydrogen peroksida yang mampu membunuh bakteri. Konsentrasi hydrogen peroksida yang terdapat pada madu hanya mengandung 1mmol/l, yang berarti hanya 1/1000 dari cairan yang biasa digunakan untuk membasmi kuman, namun efek yang dapat merusak jaringan dari hydrogen peroksida dapt diatasi oleh sifat anti oksidan dari madu dan enzim2 lain yang terkandung dalam madu
- Merangsang sel darah putih sehingga mempercepat proses penyembuhan luka
- Madu menciptakan lingkungan luka menjadi lembab (moist), lingkungan lembab akan mendukung proses penyembuhan luka dan tumbuhnya jaringan baru.
- Sifat asam madu.Madu memiliki pH 3,2-4,5 cukup rendah untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang rata-rata berkembang pada pH 7,2-7,4
- Madu dapat lebih cepat menstimulus pembuluh darah baru
- Lebih murah dan dapat mudah diperoleh.
Dari pengalaman kami merawat luka diabetes, memang madu sangat baik
dalam mangobati luka namun ada hal yang harus diperhatikan yaitu
frekuensi penggantian balutan luka lebih sering ( bisa 1-2 hari sekali)
apalagi jika kondisi luka sangat kering (warna dasar luka kuning atau
bahkan hitam) diperlukan jumlah madu yang cukup banyak agar mampu
membuat lingkungan luka menjadi lembab, dan setelah jaringan yang mati
tersebut lunak maka harus dilakukan pengangkatan jaringan mati (nekrotomi)
yang harus dilakukan oleh perawat terlatih tuk menghindari kesalahan
yang fatal. Dan jika frekuensi penggantian balutan 1-2 hari terasa
sulit/merepotkan, maka bisa dikombinasikan dengan balutan luka modern
yang diharapkan tetap bisa menjaga kelembaban luka. Atau bisa juga
dikonsultasikan dengan perawat luka agar hasil perawatan luka lebih
maksimal.
Semoga bermanfaat…source:http://www.perawatluka.com/?p=332
Monday, May 7, 2012
Hilangkan Jerawat dan Bekas Jerawat dengan Madu
Hilangkan Jerawat dan Bekas Jerawat dengan Madu
Berikut adalah tips menggunakan madu sebagai masker wajah untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya:- Gunakan bandana untuk mencegah rambut terurai ke area wajah sebelum menggunakan masker wajah dari madu.
- Hapus semua make-up dan cuci wajah dengan sabun lembut dan air hangat sebelum menggunakan masker madu.
- Tuangkan satu sendok makan madu murni yang masih mentah ke dalam mangkuk kecil. Jika mau, Anda bisa menghangatkan madu selama 10 detik dalam microwave sebelum menggunakannya.
- Oleskan madu menggunakan aplikator atau jari yang sebelumnya sudah dibersihkan. Oleskan madu dengan lapisan tebal ke seluruh area wajah. Biarkan madu menempel pada wajah selama 15 menit sampai satu jam.
- Untuk menghilangkan madu, usapkan handuk kecil yang telah dibasahi dengan air hangat ke wajah. Ulangi proses ini sampai semua madu benar-benar bersih dari wajah.
sumber : infomadumurni.blogspot.com
Monday, April 30, 2012
Khasiat Madu sebagai Makanan Ibu Hamil
Khasiat madu sebagai salah satu makanan ibu hamil sudah
tidak diragukan lagi. Selain bergizi, madu ternyata bermanfaat bagi
wanita selama menjalani proses kehamilan. Madu bisa digunakan untuk
meringankan berbagai keluhan selama kehamilan, seperti:
Rasa Panas dalam Perut (Heartburn)
Rasa Panas dalam Perut (Heartburn)
Rasa panas dalam perut ini merupakan keluhan umum pada wanita hamil.
Hormon yang dilepaskan selama masa kehamilan memungkinkan terjadinya
pelunakan sphincter antara kerongkongan dan lambung. Ketika hal ini
terjadi, maka asam lambung akan kembali naik ke kerongkongan dan
menyebabkan sensasi terbakar. Hal ini bisa terjadi di bulan-bulan
terakhir kehamilan, saat bayi mendorong semua organ ke atas. Anda juga
mungkin mengalami hearburn ini sebagai sensasi terbakar di tenggorokan
atau dada. Wanita lain merasakan keluhan ini sebagai benjolan besar yang
seakan-akan berada di tenggorokan dan dada bagian atas. Untuk
meminimalkan keluhan ini, Anda bisa mengatasinya dengan minum resep
campuran madu dan susu untuk membantu menetralkan asam lambung.
Manfaat Madu Untuk Ibu Hamil
Hamil memang menjadi dambaan setiap wanita di bumi ini. Kehamilan dan
melahirkan sangat ditunggu-tunggu dalam keluarga. Wanita yang sedang
hamil harus memiliki tubuh berarti sehat dan kuat. Karena perempuan
hamil sangat berat. Ibu yang sedang hamil harus memiliki tubuh yang kuat
dan stamina tinggi. Kesehatan dipertahankan selama kehamilan ini.
Karena jika ibu hamil sakit akan mempengaruhi pertumbuhan janin dalam
perut ibu.
Manfaat Madu Untuk Wajah
Sudah banyak yang
tahu bagaimana bentuk cairnya madu asli dan rasa manisnya yang menggoda
selera setiap lidah yang meraskannya. Bahkan tidak jarang orang yang
memperoleh manfaat madu dalam banyak hal, misalnya saja manfaat madu untuk
wajah.
Manfaat Madu Untuk Kesuburan
Lagi-lagi, madu asli memang luar biasa. Manfaatnya tak hanya untuk tubuh, kulit, atau kesembuhan penyakit. Masalah kesuburan sel telur dan sperma sebagai modal untuk memiliki anak, ternyata juga mampu diatasi madu.
Sejarah Madu
Madu asli sebagai terapi kesuburan sudah digunakan sejak zaman dahulu. Konon, di masa Anglo-Saxon, madu adalah barang pertama yang dibawa para pasangan muda saat bulan madu. Bahkan, istilah bulan madu, berasal dari kata "madu" yang sebenarnya. Jadi, maksudnya bulan madu itu merupakan bulan bagi para pasangan baru untuk menikmati indahnya masa perkawinan dengan turut serta membawa madu bersama mereka. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah karena madu dipercaya bisa menambah kesuburan dan gairah seksual agar mereka bisa cepat mempunyai anak.
Bangsa Yunani juga sering memberikan madu sebagai persembahan bagi /Astarte/ (dewi kesuburan, seksualitas, kedewasaan, cinta, dan perang). Mereka percaya bahwa dengan begitu, kesuburan para pasangan dan kelahiran anak-anak bagi mereka akan selalu dalam lindungan Astarte.
Dalam kitab suci Hindu,/Ayurveda/, manusia disarankan untuk menggunakan madu sebagai obat dalam masalah kesuburan, baik pada pria ataupun wanita. Bangsa India percaya bahwa meminum susu yang ditambah madu bisa meningkatkan jumlah sperma pria. Tak hanya itu, minuman tersebut juga berpengaruh pada stamina dan daya tahan sekualnya.
Madu asli sebagai terapi kesuburan sudah digunakan sejak zaman dahulu. Konon, di masa Anglo-Saxon, madu adalah barang pertama yang dibawa para pasangan muda saat bulan madu. Bahkan, istilah bulan madu, berasal dari kata "madu" yang sebenarnya. Jadi, maksudnya bulan madu itu merupakan bulan bagi para pasangan baru untuk menikmati indahnya masa perkawinan dengan turut serta membawa madu bersama mereka. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah karena madu dipercaya bisa menambah kesuburan dan gairah seksual agar mereka bisa cepat mempunyai anak.
Bangsa Yunani juga sering memberikan madu sebagai persembahan bagi /Astarte/ (dewi kesuburan, seksualitas, kedewasaan, cinta, dan perang). Mereka percaya bahwa dengan begitu, kesuburan para pasangan dan kelahiran anak-anak bagi mereka akan selalu dalam lindungan Astarte.
Dalam kitab suci Hindu,/Ayurveda/, manusia disarankan untuk menggunakan madu sebagai obat dalam masalah kesuburan, baik pada pria ataupun wanita. Bangsa India percaya bahwa meminum susu yang ditambah madu bisa meningkatkan jumlah sperma pria. Tak hanya itu, minuman tersebut juga berpengaruh pada stamina dan daya tahan sekualnya.
Menurut beberapa ahli nutrisi, madu memang dapat meningkatkan kemampuan seksual dan kesuburan. Di sini, madu akan merangsang ovarium untuk berovulasi (melepaskan sel telur) dan mempersiapkan rahim untuk segera hamil.
Clive Brockdorff dan istrinya Susan Fletcher yang merupakan pasangan konsultan nutrisi dan ahli /Apitherapy /(terapi dengan menggunakan madu dan lebah madu) di Amerika Serikat menjamin bahwa dalam 2 hingga 3 bulan, seorang wanita yang diterapi dengan madu akan bisa segera hamil.
Susan memaparkan mengenai manfaat madu bagi kesuburan, yaitu sebagai berikut :
- Mengembalikan dan memudakan kelenjar seksual. Baik kelenjar seksual wanita maupun pria. Hal ini karena zat yang terkandung di dalam madu akan merangsang dan memelihara sistem reproduksi ke arah yang lebih baik.
- Meningkatkan stamina dan daya tahan seksual.
- Meningkatkan kemampuan seksual yang disebabkan kelainan prostat.
- Meningkatkan fungsi ovarium dan kualitas sel telur.
- Mengurangi gejala yang berhubungan dengan PMS (/Pre-Menstrual Syndrome)./
Dalam suatu penelitian modern lain disebutkan juga bahwa penggunaan madu ternyata memang mampu meningkatkan kualitas sistem reproduksi ke arah yang lebih baik (bagi pria dan wanita). Ini artinya, kemampuan untuk bisa segera hamil memang bisa ditingkatkan dengan konsumsi madu. Anda tak sabar untuk segera memiliki anak? Konsumsilah madu secara teratur!
Tolong SHARE
artikel ini.source:anneahira.com
Tolong SHARE
artikel ini.source:anneahira.com
Khasiat Madu Hilangkan Luka
Madu yang dipercaya sejak dahulu kala memiliki khasiat sebagai obat
untuk menyembuhkan. Bekas luka yang muncul di wajah atau tubuh bisa
membuat tidak percaya diri/malu. Tapi ada kabar bahwa madu bisa membantu
menghilangkan bekas luka. Benarkah begitu?
James F Balch dan Phyllis A. Balch, dalam 'Prescription for Nutritional Healing' merekomendasikan penggunaan Madu Asli yang tidak disaring, tidak dipanaskan dan tidak diproses untuk mendapatkan manfaat terapeutiknya.
Madu murni memang agak kurang menarik jika dibandingkan dengan madu kemasan yang dijual baik di supermarket atau apotek. Tapi sebenarnya madu yang alami yang lebih banyak manfaat kesehatannya seperti antioksidan yang terkandung di dalamnya.
Dalam jurnal Gulf Heart Association diketahui madu bisa merangsang proses penyembuhan, efektif dalam pengobatan luka dan merangsang regenerasi jaringan.
Untuk menghilangkan bekas luka seperti jerawat, direkomendasikan mencampurkan 2 sendok makan madu 2 sendok makan minyak zaitun, dari hasil pencampuran ini dioleskan ke kulit yang luka.
Setelah itu dipijat selama 3 menit dan menempatkan handuk hangat di kulit. Jika handuk tersebut sudah dingin maka angkat sambil menghapus campuran madu dan minyak zaitun tersebut. Selain itu bisa juga dicampurkan dengan minyak esensial lain untuk membuat masker.
Meski begitu jika seseorang diketahui memiliki jenis kulit yang sensitif, maka tak ada salahnya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini untuk mengurangi risiko efek samping di kulit.
semoga Bermanfaat.
James F Balch dan Phyllis A. Balch, dalam 'Prescription for Nutritional Healing' merekomendasikan penggunaan Madu Asli yang tidak disaring, tidak dipanaskan dan tidak diproses untuk mendapatkan manfaat terapeutiknya.
Madu murni memang agak kurang menarik jika dibandingkan dengan madu kemasan yang dijual baik di supermarket atau apotek. Tapi sebenarnya madu yang alami yang lebih banyak manfaat kesehatannya seperti antioksidan yang terkandung di dalamnya.
Dalam jurnal Gulf Heart Association diketahui madu bisa merangsang proses penyembuhan, efektif dalam pengobatan luka dan merangsang regenerasi jaringan.
Untuk menghilangkan bekas luka seperti jerawat, direkomendasikan mencampurkan 2 sendok makan madu 2 sendok makan minyak zaitun, dari hasil pencampuran ini dioleskan ke kulit yang luka.
Setelah itu dipijat selama 3 menit dan menempatkan handuk hangat di kulit. Jika handuk tersebut sudah dingin maka angkat sambil menghapus campuran madu dan minyak zaitun tersebut. Selain itu bisa juga dicampurkan dengan minyak esensial lain untuk membuat masker.
Meski begitu jika seseorang diketahui memiliki jenis kulit yang sensitif, maka tak ada salahnya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini untuk mengurangi risiko efek samping di kulit.
semoga Bermanfaat.
source:squidoo.com
Madu Hilangkan Jerawat dan Menghaluskan Kulit
Madu tidak hanya mempunyai rasa enak dan manis.
Ternyata madu juga bagus untuk kesehatan terutama untuk kulit.
Bertambahnya usia membuat kulit kehilangan kemampuan untuk mengikat air
yang akan mengakibatkan kulit kering dan keriput. Selain itu faktor
yang mempengaruhi adalah faktor lingkungan seperti polusi udara dan
berbagai zat kimia yang akan berdampak buruk pada
Madu memiliki
kemampuan menarik dan mengikat kelembaban sehingga kelembaban kulit
tetap terjaga. Madu cocok untuk segala jenis kulit yang sensitive
karena madu banyak mengandung mineral dan vitamin. Madu berperan sebagai
antimicrobial yang bermanfaat menyembuhkan jerawat ringan. Madu
juga sangat baik untuk dijadikan sebagai masker muka karena mengandung
antiseptik dan antioksidan. Caranya mudah cukup dengan cara memanaskan
madu selama 5 menit, lalu dinginkan kemudian gunakan masker
menggunakan kuas, lalu diamkan 15 hingga 20 menit hingga masker madu
kering.
Madu yang digunakan sebaiknya madu propolis karena tidak perlu
memanaskan madu terlebih dahulu. Pertama-pertama campur garam dengan
sedikit air hangat dan gunakan kapas atau cotton bud pada bagian
yang berjerawat agar pori-pori kulit terbuka. Beri madu dan biarkan 15
hingga 20 menit, setelah itu basuh dengan air hangat dan tepuk
perlahan hingga
Selain itu alpha hydroxyl acids yang
terkandung di dalam madu dapat digunakan sebagai krim kulit yang
membantu pengelupasan. Zat tersebut juga bagus untuk meningkatkan
perbaikan sel kulit dan peremajaan kulit dengan cara menjadikannya
sebagai masker. Madu murni dapat dioleskan ke bagian wajah lalu diamkan
20 menit hingga kering. Lalu bilas dengan air hangat.
sumber : alasehat
sembuhkan jerawat secara alami dengan madu
Jika Anda berjerawat atau punya banyak bekas jerawat di wajah, tentu
Anda akan mencoba segala hal untuk membuat jerawat dan bekasnya segera
menghilang dari wajah. Alam telah menyediakan obat terbaik untuk menyembuhkan jerawat dan merawat kecantikan kulit. Anda dapat membersihkan kulit secara holistik dengan menggunakan produk alami dan mengonsumsi makanan sehat.
Salah
satu produk alam yang bisa digunakan untuk merawat wajah berjerawat
sekaligus mempercantik dan mengencangkan kulit wajah adalah madu. Madu
dapat digunakan sebagai masker wajah untuk menghilangkan jerawat, bekas
jerawat, serta mengurangi kemerahan dan iritasi akibat jerawat.
Madu
mengandung sifat penyembuh alami yang terdiri dari enzim, antioksidan,
dan anti bakteri yang dapat membantu membersihkan kulit. Selain
itu, madu merupakan pelembab alami yang sangat bagus. Madu juga dapat
mengurangi kelebihan minyak pada kulit. Masker wajah yang terbuat dari
madu sangat bagus untuk orang yang memiliki kulit sensitif.
Menggunakan
madu 2-3 kali seminggu sebagai masker wajah, bukan hanya akan
mengurangi jerawat dan bekasnya, tetapi juga akan membuat kulit wajah
bercahaya. Berikut adalah tips menggunakan madu sebagai masker wajah untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya:
- Gunakan bandana untuk mencegah rambut terurai ke area wajah sebelum menggunakan masker wajah dari madu.
- Hapus semua make-up dan cuci wajah dengan sabun lembut dan air hangat sebelum menggunakan masker madu.
- Tuangkan satu sendok makan madu murni yang masih mentah ke dalam mangkuk kecil. Jika mau, Anda bisa menghangatkan madu selama 10 detik dalam microwave sebelum menggunakannya.
- Oleskan madu menggunakan aplikator atau jari yang sebelumnya sudah dibersihkan. Oleskan madu dengan lapisan tebal ke seluruh area wajah. Biarkan madu menempel pada wajah selama 15 menit sampai satu jam.
- Untuk menghilangkan madu, usapkan handuk kecil yang telah dibasahi dengan air hangat ke wajah. Ulangi proses ini sampai semua madu benar-benar bersih dari wajah.
Madu dan Penyakit Kencing Manis (Diabetes)
Madu sebagai minuman yang sangat berfaedah bagi kesehatan akhir-akhir
ini sudah menjamur di masyarakat. Sebagai bagian dari Thibbun Nabawi,
minuman yang dituntunkan oleh Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam
ini sungguh ajaib dan berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit.
Namun ada sedikit ganjalan, apakah madu aman dikonsumsi oleh penderita
penyakit Kencing Manis (Diabetes) ? Tidakkah madu yang rasanya “manis”
justeru akan meningkatkan kadar gula darah? Tulisan berikut ini
mudah-mudahan dapat membantu anda..
Dalam
The Journal of Medical Food tahun 2004, Waili NS melaporkan penelitian
tentang efek madu terhadap glukosa plasma, C-reactive protein (CRP), dan
lipid darah pada orang yang sehat, pasien diabetes, dan orang yang
kelebihan lipid.
Diabetes
Mellitus (DM) atau kencing manis terjadi karena adanya gangguan pada
pankreas yang menghasilkan insulin. Padahal insulin dibutuhkan untuk
memasukkan glukosa darah ke dalam sel. Dengan keadaan ini maka kadar
glukosa darah orang diabetes sangat tinggi.
Penelitian
oleh Waili dan kawan-kawan tersebut menunjukkan beberapa hasil.
Pertama, pada orang sehat, ternyata gula biasa (dekstose) meningkatkan
kadar glukosa plasma 52% pada satu jam pertama dan 3% pada dua jam,
sedangkan madu asli meningkatkan kadar glukosa plasma 14% pada satu jam
pertama dan 10% pada dua jam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
madu hanya meningkatkan sedikit kadar gula darah dibandingkan gula
lainnya. Kedua, gula biasa dan madu buatan juga meningkatkan kadar trigliserida,
sedangkan madu asli menurunkan trigliserida dan meningkatkan kadar
kolesterol baik (HDL). Ketiga, madu yang dikonsumsi selama 25 hari
ternyata menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL), serta
meningkatkan kolesterol baik(HDL).
Pada
pasien diabetes, madu asli dapat menurunkan kolesterol total,LDL dan
CRP. Madu dapat dijadikan alternatif pemanis karena selain lebih baik
metabolismenya, juga dapat meningkatkan kadar insulin dibandingkan
sukrosa.
Dari
penelitian tersebut, terlihat bahwa madu asli dapat mengurangi kadar
glukosa darah dan mengurangi risiko penyakit jantung pada pasien
diabetes sehingga menggantikan pemanis dengan madu mentah (raw honey)
memberikan banyak keuntungan.
Di
China, telah dipasarkan sebuah produk kombinasi pollen dan propolis
Fengzhen yang diklaim para penelitinya dapat mengontrol kadar gula darah
dan lemak. Selain itu, dikatakan pula obat ini dapat melenturkan
pembuluh darah, memperbaiki sirkulasi hingga mencegah komplikasi
diabetes. Peneliti yang sama juga berhasil membuktikan efek propolis
dalam mengobati diabetes mellitus sama baiknya dengan terapi tradisional
lain, tetapi lebih cepat dalam menurunkan kadar gula darah. Juga
propolis member efek yang baik pada pasien diabetes dengan gangguan
radang gusi dan jamur di mulut.
Madu Asli kaya dengan peptide dan karbohidrat kompleks yang membutuhkan proses
enzimatik agar dapat dibakar sebagai energi. Ini membuat madu menjadi
sejenis gula yang “lambat dibakar” atau memiliki indeks glikemik rendah
hingga tidak memberatkan kerja insulin. Namun, beberapa madu ternyata
memiliki indeks glikemik yang cukup besar sehingga perlu diperhatikan
jenis madu apa yang paling cocok untuk diabetes dan gangguan kolesterol.
Semoga bermanfaat.
Madu Sebagai Antibiotik
Madu Asli sebagai antibiotik
terbukti ampuh melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit.
Umumnya penyakit infeksi yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan
mengkonsumsi madu secara teratur antara lain luka infeksi, penyakit
lambung dan saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan
paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan
syaraf.
Penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari
Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya,
di Kualalumpur. Paling tidak ada 4 faktor keutamaan madu yang
bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri:
- kadar gula madu asli yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak.
- Madu mempunyai tingkat keasaman yang tinggi (pH 3.65) sehingga bakteri akan tidak bisa bertahan hidup.
- Madu jika bersenyawa dengan air akan menghasilkan hydrogen peroksida yang bersifat desinfektan dan membunuh mikroorganisme pathogen.
- Madu juga mempunyai senyawa organic yeng bersifat antibakteri spt flavonoid, polyphenol dan glikosida.
Madu sebagai antibiotik efektif untuk menumpas spesies microbial yang resistance
terhadap antibiotic buatan manusia. Madu sebagai antibiotic juga
memiliki beberapa kelebihan disbanding antibiotic buatan manusia antara
lain :
- Pengobatan dengan madu tidak menimbulkan inflamasi
- Madu dapat mengurangi rasa sakit
- Madu bersifat antimicrobial yang dapat mencegah microba tumbuh
- Madu membersihkan luka infeksi
- Pengobatan dengan madu menghilangkan bau pada luka
- Madu mengobati luka lebih cepat dan tanpa menimbulkan bekas luka
- Mempunyai stimulatory effect yang mempercepat tumbuhnya jaringan tubuh kembali
Madu sebagi antibiotik terbukti lebih efektif dari antibiotic buatan manusia seperti silver sulfadiazine hal ini berdasarkan hasil riset. Salah
satu peneliti yang sangat mendalami masalah madu sebagai antibiotic
ini adalah Peter Nolan seorang ahli riset biokimia dari The University of Waikato – New Zealand. source.madupropolis.com
Manfaat Madu untuk Ibu Hamil
Manfaat madu bagi ibu hamil, sudah terbukti baik. Madu mengandung
asam folat, yang merupakan nutrien penting bagi pertumbuhan janin. Asam
folat merupakan nutrien penting bagi pertumbuhan janin. Zat ini (asam
folat) sangat dibutuhkan pada masa awal kehamilan karena ia membentuk
janin atau bayi yang dilahirkan nanti tidak mengalami cacat bawaan
pembuluh syaraf. Jadi jelas bahwa madu sangat baik dikonsumsi ibu hamil.
Adapun tradisi kuno, dari negeri Cina, madu baik digunakan untuk
membantu mempermudah proses kelahiran. Hal ini dilakukan dengan cara
menjadikan madu sebagia cairan pada otot dengan tingkat konsentrasi 80%.
Para ahli di Cina mengetahui bahwa ibu hamil yang diberi madu proses
kelahiranya menjadi lebih mudah karena membantu dalam proses terjadinya
pembukaan liang sehingga kelahiran bayi akan lebih cepat. Ini dapat
terjadi karena madu mengandung zat prostagelandine yang dapat
mempercepat kontraksi pada rahim dan membuat leher rahim melebar.
Selain manfaat di atas, madu bagi ibu hamil juga bermanfaat dalam hal :
1. Mengurangi rasa mual pada masa kehamilan
2. Menambah nafsu makan bagi ibu hamil
3. Untuk melindungi Janin dari keracunan
1. Mengurangi rasa mual pada masa kehamilan
2. Menambah nafsu makan bagi ibu hamil
3. Untuk melindungi Janin dari keracunan
Bagi orang Indonesia pada umumnya, madu juga dapat membantu ibu pada
saat menjalani masa-masa nifas. Pemberian madu pada saat ini sangat
penting karena madu mempunyai zat gizi yang tinggi dan meningkatkan
sistem kekebalan tubuh ibu saat menyusui. Oleh karena itu sangat
disarankan mengkonsumsi madu setiap hari selama masa nifas. Ini pun
banyak direkomendasikan oleh banyak dokter di Jepang.
Madu Obat Mujarab Melawan Batuk
Madu Obat Mujarab Melawan Batuk
Batuk, bersin, hidung meler, pilek dan infeksi paru-paru lainnya
sangatlah umum pada musim pancaroba yang sulit ditebak saat ini.Untuk melawannya, banyak orang menelan pil dan sirup, yang dipercaya
dapat menyembuhkan masalah hidung, meringankan sakit tenggorokan,
mengurangi batuk dan meningkatkan kualitas tidur.
Namun bukti lebih lanjut menunjukkan bahwa obat-obatan tidak selalu
ampuh. Lebih buruk lagi, berbagai obat memiliki efek samping yang tidak
baik, bahkan berbahaya, terutama untuk anak kecil.
Itu sebabnya, banyak dokter sekarang ini menganjurkan resep kuno untuk pasien batuk mereka, yakni madu.
"Madu telah digunakan selama
ratusan tahun sebagai pengobatan tradisional pada berbagai tempat di
dunia. Kami pikir, akan sangat beralasan untuk mengujinya" kata Ian
Paul, seorang dokter anak di Rumah Sakit Pennsylvania State University,
Hershey, Amerika Serikat.
Batuk yang Membandel
Paul termotivasi untuk mencoba madu, karena dewasa ini, mengobati
batuk pada anak telah menjadi persoalan umum.
Batuk merupakan cara
tubuh untuk membersihkan saluran udara yang teriritasi, dan membantu
bernafas.
Tetapi, batuk yang terlalu banyak, dapat menimbulkan iritasi pada
paru-paru dan tenggorokan yang lebih parah. Pembersihan ini juga
mengganggu tidur, yang sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan. Untuk
meringankan penderitaan anak-anak mereka, orang tua sering kali
memberikan obat batuk dalam bentuk sirup.
Pada 1997, Akademi Dokter Anak Amerika memperingatkan bahwa Codeine
Dan
dextromethorphan (DM), yakni dua dari empat bahan umum pada obat
batuk, tidak menyembuhkan sakit yang diderita anak. Codeine and DM hanya
bekerja untuk memblokade pesan batuk dari otak ke tubuh.
Obat yang tidak bekerja, berperan buruk bagi kesehatan. Obat batuk
dan pilek juga dapat menyebabkan efek samping yang serius, termasuk
kantuk, hiperaktif, halusinasi, pusing, muntah, jantung berdebar dan
lainnya. Ratusan anak berakhir di rumah sakit setiap tahunnya. Beberapa
diantaranya bahkan meninggal setelah tanpa sengaja meminum obat batuk
yang berlebihan.
Uji Coba Obat
Karena frustasi akan kurangnya kajian terhadap obat, Paul memutuskan
untuk mencobanya sendiri. Beberapa tahun yang lalu, Paul dan teman
kuliahnya merancang studi yang melibatkan 100 anak-anak, yang mengalami
batuk dan gejala pilek lainnya. Semuanya berumur diantara 2 - 18 tahun.
Peneliti membagi anak-anak menjadi 3 kelompok.
Sebelum tidur, 1 kelompok anak-anak meminum sirup yang mengandung DM.
Kelompok ke 2, menerima sirup yang mengandung bahan obat batuk umum bernama diphenhydramine (DPH).
Kelompok ke 3 meminum sirup placebo, yakni sirup biasa tanpa
kandungan obat. Pada eksperimen medis, obat palsu ini disebut placebo.
Dengan membandingkan pasien yang memium obat sungguhan dan mereka yang
meminum placebo, dokter dapat melihat efektivitas dari obat.
Baik anak-anak dan orantua semuanya tidak mengetahui mengenai sirup-sirup yang diminum tersebut.
Orantua menjawab 5 pertanyaan tentang gejala anak-anak mereka, pada
malam sebelum dan sesudah sirup diminum. Hasil menunjukkan, anak-anak
yang menerima sirup tanpa obat medis mengalami peningkatan kondisi yang
sama dengan mereka yang meminum obat medis.
Paul dan teman-temannya mempublikasikan hasil tersebut pada tahun
2004.
Akhir Oktober, Badan Makanan dan Obat-Obatan Amerika
mengevaluasi semua data, termasuk hasil penelitian Paul, dan memutuskan
bahwa orang tua seharusnya tidak memberikan obat batuk kepada anak-anak
dibawah usia 6 tahun.
Pada waktu yang sama, perusahaan obat-obatan menghentikan penjualan
bahan tersebut untuk konsumsi anak-anak.
Paul mengetahui bahwa berita
tersebut akan membuat orang tua cemas. Dia pun merasakan hal yang sama.
"Sangat sulit bagi saya, sebagai seorang dokter, untuk memberitahu
orang-orang bahwa obat tidak lebih baik dari placebo (bukan obat),
karena mereka tidak punya solusi yang lain," katanya.
Pada pencariannya, Paul menemukan efek penyembuhan MaDu. Ribuan tahun
yang lalu, Dokter di Mesir, misalnya, menggunakan madu untuk mengobati
luka, batuk dan sakit sendi.
Paul juga menemukan bahwa Organisasi
Kesehatan Dunia merekomendasikan madu sebagai obat pelega tenggorokan, walaupun tidak ada bukti sains mengenai keefektifannya.
"Madu tidak membahayakan, mengapa tidak mencari tahu bila madu dapat membantu?"pikir Paul.
Dia merancang penelitian berikutnya sama seperti yang sebelumnya.
Pada waktu tidur, 105 anak-anak yang sakit dibagi menjadi 3 kelompok,
yakni meminum sirup DM, meminum madu Buckwheat, dan tanpa penanganan.
Kali ini, survei menunjukkan anak-anak yang menelan 2 sendok teh madu
Buckwheat, tidur lebih baik dan mengalami lebih sedikit batuk
dibandingkan 2 kelompok lainnya. Orang tua mereka tidur lebih nyenyak
juga.
Tapi yang patut diperhatikan, madu tidak aman untuk anak di bawah 1
tahun karena bisa menyebabkan botulisme. Namun hasil penelitian
meyakinkan Paul untuk merekomendasikan madu dengan khasiat mengurangi
batuk bagi anak di atas 1 tahun.
"Ketika orang tua ingin memberi sesuatu pada anak-anaknya, madu tampaknya merupakan pilihan terbaik,"
kata Paul.
Kenapa madu?
Orang-orang berpikir bahwa madu adalah pengganti gula yang enak pada
teh, pemanis di atas peanut butter dan sandwich pisang. Jadi apa yang
menjadikan pemanis ini memiliki efek penyembuhan?
"Pada satu sisi, kekentalan madu membantu melapisi
dan melegakan tenggorokan," kata Katherine Beals, seorang pakar makanan
di University of Utah, Salt Lake City.
Katherine juga menjabat sebagai konsultan nutrisi untuk Badan Madu Nasional, grup pendukung madu, yang membiayai penelitian Paul terakhir.
"Antioksidan yang terkandung dalam madu mungkin juga menjadi
jawaban," ujar Beals. Antioksidan ditemukan juga pada makanan seperti
blueberry (sejenis arbei), bayam dan cokelat. Antioksidan ini mampu
melindungi sel kita dari kerusakan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa setelah meminum madu,
tingkat antioksidan pada tubuh mengalami peningkatan. Semua madu
mengandung antioksidan, tetapi tipe madu tertentu mengandung antioksidan
dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang lain.
"Ada lebih dari 300 tipe madu," kata Beals.
Menurutnya warna, aroma dan manfaat kesehatan tergantung pada tipe bunga yang lebah madu hinggapi. Kebanyakan madu, yang dibeli di toko grosir di Amerika Serikat, dibuat oleh madu
yang hinggap di pohon semanggi. Madu yang lebih gelap, seperti tipe
buckwheat yang digunakan Paul pada penelitiannya, umumnya punya
antioksidan yang lebih tinggi dibanding yang lebih encer, termasuk tipe
semanggi.
Madu memiliki efek kesehatan
yang lain. Setidaknya, beberapa jenis madu mampu membunuh mikroba yang
menginfeksi. Satu jenis madu dari Selandia Baru telah terbukti baik
untuk digunakan pada luka, dengan dioleskan pada kulit. Menurut Beals,
tidak ada bukti bahwa mengkonsumsi madu akan mencegah pilek.
|
Para Ahli Berbicara Tentang Keajaiban Madu
Walaupun Al Qur’an telah menjelaskan dengan jelas bahwa dalam madu
terdapat obat bagi penyakit, namun tetap saja ada sebagian yang masih
meragukan akan keajaiban madu sebagai salah satu media pengobatan
terhadap penyakit. Namun kebenaran Al Qur’an adalah haq, sampai pun
ketika para ahli meneliti tentang keajaiban madu terkait dengan
kandungan dan komposisi yang terkandung dalam madu, maka bener-benar
terbukti bahwa madu adalah merupakan obat bagi penyakit yang diderita
manusia, Walhamdulillah..
Berikut sebagian perkataan para ahli tentang madu dan komposisinya sebagai obat bagi penyakit pada manusia.
Bakteri tidak mampu melawan madu
Dalam sebuah artikel di majalah Dis Lancet
Infect bulan Februari 2003 Dr. Dixon menegaskan adanya kekuatan besar
dalam madu yang mampu mengalahkan bakteri, dimana bakteri-bakteri
tersebut tidak mampu bertahan di hadapan madu. Penulis menganjurkan
untuk menggunakan madu dalam mengobati berbagai jenis luka termasuk luka
bakar.
Madu dan Kesehatan Mulut
Dalam artikel di sebuah majalah Dentgen, bulan Desembber 2001 Prof.
Amoln menegaskan bahwa madu bias memainkan peranan penting dalam
pengobatan penyakit-penyakit gusi, sariawan dan berbagai gangguan mulut
lainnya. Hal itu juga disebabkan madu memiliki spesifikasi anti baktri.
Madu dan Infeksi Lambung (maag) dan tukak lambung
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam majalah Pharmacolres
tahun 2001 para peneliti menyatakan bahwa madu bisa membantu pengobatan
infeksi lambung. Para peneliti juga melakukan penelitian tentang
pangaruh madu alami terhadap bakteri yang terbukti bisa menyebabkan
terjadinya tukak lambung atau infeksi lambung, yang dikenal dengan
bakteri philory, Diperoleh kejelasan bahwa pemberian cairan madu dengan
konsentrasi 20% dapat melemahkan bakteri tersebutdi piring percobaan.
Madu dan Penyakit Jantung
Dr. FG Winarno Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pangan Institit
Pertanian Bogor dalam bukunya ” Madu, Teknologi, Khasiat dan
Analisanya,” menyatakan gula dan mineral dalam madu berfungsi sebagai
tonikum bagi jantung. Otot-otot jantung bekerja tanpa henti sehingga
selalu membutuhkan glukosa sebagai sumber tenaga untuk mengganti energi
yang hilang. Nutrisi madu sebagaian besar (315) terdiri atas glukosa.
(dari berbagai sumber) source:terapimadu.wordpress.com
Konsumsi Madu Teratur Kurangi Resiko Penyakit Jantung
Madu yang dikonsumsi dengan teratur mengurangi resiko penyakit jantung, bedasarkan studi awal yang diterbitkan dalam “ Journal of Medicinal Food”
(2004;1:100-7). Beberapa studi ilmiah menyarankan dengan mengkonsumsi
madu dapat mengurangi tekanan darah yang menyebabkan penyakit jantung.
Untuk sebagian orang justru banyak yang
mengangap mengkonsumsi madu akan menyebabkan obesitas, LDL tinggi dan
tekanan darah tinggi yang mengakibatkan penyakit jantung. Apa sebabnya ?
Karena mereka berfikir madu mempunyai rasa manis yang berasal dari
sukrosa, glukosa dan fraktosa. Kita ketahui bahwa mengkonsumsi sucrose
secara berlebih dipercaya meningkatkan resiko obesitas, resisten
terhadap insulin dan tekanan darah tinggi. Sukrosa juga mengurangi HDL
yang menguntungkan dan meningkatkan tingkat triglyceride. Fraktosa
mempunyai efek yang sama dengan sukrosa.
Disinilah keajaiban lebah madu, gula dari madu seperti sukrosa,
glukosa dan fraktosa yang terkandung dalam madu justru menyehatkan.
Lebah menghasilkan madu murni dengan menghisap nectar bunga yang kaya
akan gula-gulaan tersebut tetapi lebah memproses gula-gulaan itu
terlebih dahulu di dalam perut lebah. Setelah nektar diolah dalam tubuh
lebah menjadi madu, barulah lebah mengeluarkan madu dari dalam perutnya.
Jadi gula-gulaan yang terdapat dalam madu sudah diproses dalam perut
lebah terlebih dahulu sehingga madu langsung bisa meresap kedalam darah
kita. Berdasarkan riset ilmiah, madu bisa meresap kedalam darah sekitar
10 menit. Ini bisa kita buktikan jika kita lelah sehabis olah raga
kemudian meminum madu murni tubuh kita cepat merasa segar kembali.
Madu banyak mengandung banyak enzyme potensial yang menguntungkan
seperti asam amino, madu mengandung bee pollen, propolis, lilin lebah
dan nutrisi yang berasal dari tanaman dan tubuh lebah sendiri disamping
mengandung gula-gulaan .
Beberapa zat kimia yang terdapat di dalam darah dapat digunakan untuk
memonitor tingkat resiko penyakit jantung. Beberapa tahun sebelumnya,
tingkat kolesterol dan LDL (“jelek/jahat”) telah digunakan untuk
memonitor tingkat penyakit jantung dan akhir-akhir ini homocysteine dan
C-reactive Protein (CRP) telah ditambahkan sebagai penyebab/factor
penyakit jantung. Orang dengan tingkat homocysteine tinggi memiliki
tingkat penyakit jantung, kanker dan beberapa penyakit bahaya lainya.
Dengan vitamin B6, B12 dan folic acid yang terkandung di dalam madu,
Homocysteine yang tinggi dapat diturunkan. Tingkat CRP yang tinggi juga
dapat untuk memprediksi penyakit jantung. Tingkat CRP meningkat
disebabkan oleh merokok, tekanan darah tinggi, obesitas dan penyakit
gusi kronis.
Studi dari penelitian ini dilakukan terhadap lima sampai sembilan
orang dalam tujuh percobaan. Dalam masing-masing percobaan dilakukan tes
darah sebelum dan sesudah meminum larutan yang mengandung madu, glucose
dan madu buatan ( mengandung setengah sucrose dan setengah fructose).
Larutan yang digunakan dalam percoban mengandung antara 1 – 3 once madu,
glucose atau glucose dan fructose.
Hasil percobaan, pada orang yang mengkonsumsi larutan madu tingkat
kolesterol, LDL dan triglyceride secara total menurun tetapi tidak bagi
yang meminum larutan glukosa dan madu buatan.
Hasil dari percobaan setelah 15 hari pada orang yang mengkonsumsi
madu tingkat HDL (baik) meningkat dan tingkat Homocysteine menurun. Efek
dari mengkonsumsi madu setiap hari selama 15 hari bagi orang yang
mempunyai kadar kolesterol tinggi : total kolesterol menurun 8%, LDL
(jahat) kolesterol menurun 11%, dan CRP menurun 57%.
Riset dari studi ini menghasilkkan suatu rekomendasi bahwa madu
mempunyai efek yang positif bagi penderita penyakit jantung. Dalam
relative singkat, madu dapat menurunkan kolesterol dan yang paling
dramatis adalah menurunkan tingkat CRP terhadap orang yang mempunyai
kadar kolesterol tinggi. Tampaknya CRP mempunyai peranan penting
penyebab penyakit jantung selain kolesterol.
Kesimpulannya mengkonsumi sukrosa, glukosa dan fruktosa bisa
meningkatkan resiko penyakit jantung, studi ini merekomendasikan memakan
madu bukan hanya aman tetapi pada kenyataanya justru menyehatkan
jantung.
Dari : Maureen Williams, ND. Recived her bachelor’s degree from the
University of Pennnsylvania and her Docctorate of Naturopathic from
Bastyr Univesity in Seattle, WA. She has a private practice in Quechee,
VT, and does extensive work with traditional herb medicine in Guatemala
and Honduras. Dr. Williams is a regular contributor to Healthnotes
Newswire
Source: http://intl.feedfury.com/content/16689404-manfaat-madu-mengurangi-resiko-penyakit-jantung.html
Kuman Tidak Mampu Melawan Madu
Ini merupakan judul sebuah artikel yang dimuat majalah Dis Lancet
Infect edisi Februari 2003 yang ditulis oleh seorang Dr. Dixon, ia
mengatakan: madu sangat kuat menguasai kuman. Sehingga tidak ada satu kuman pun yang sanggup berhadapan dengan madu.
Dr Dixon, merupakan seorang dari sekian banyak para ilmuwan yang diberi anugerah oleh Allah dapat mengkaji manfaat madu. Yang menarik, penderita kencing manis,
yang oleh para dokter diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan atau
minuman yang manis, termasuk madu. Karena, dianggap bisa menaikkan kadar
gula dalam tubuh. Ternyata, menurut penelitian, anjuran itu tidak berlaku.
Madu, justru mampu menurunkan kadar gula di dalam darah orang yang
terkena sakit gula. Beberapa penemuan membuktikan bahwa di dalam madu
terdapat unsur oksidasi yang menjadi pengurai gula di dalam darah lebih
mudah, yang tidak membuat kadar gula semakin bertambah tinggi.. Madu
yang kaya dengan vitamin B1, B5 dan G, justru sangat diperlukan bagi
penderita kencing manis. Karena, madu mengandung sekitar 100 unsur
berbeda yang dianggap sangat urgen bagi tubuh manusia, khususnya bagi
penderita diabtesi tersebut.
Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa
saja yang rajin mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit
selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam madu memang
termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan potensial untuk memelihara
kesehatan dan kecantikan. Madu memiliki kekuatan menyembuhkan yang
hebat.. Berbagai nutrisi yang dikandungnya telah lama dimanfaatkan untuk
mengatasi luka bakar, menambah stamina, menaikkan gairah seksual,
bahkan dapat mencegah kanker.
Cairan berwarna keemasan ini pun merupakan perawat keindahan kulit yang bermutu.
Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat,
menulis dalam Journal of Apicultural Research bahwa khasiat
masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua jenis madu pasti
mengandung antioksidan, seperti vitamin E dan vitamin C, yang sama
kadarnya. Antioksidan tersebut diyakini mampu mencegah terjadinya
kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.
Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar gizi dari Pusat
Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor, menguraikan tentang kandungan
gizi madu.. Asam amino, karbohidrat, protein, beberapa jenis vitamin
serta mineral adalah zat gizi dalam madu yang mudah diserap sel-sel
tubuh. Asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit,
juga sebagai bahan pembentukan neurotransmitter atau senyawa yang
berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak. Madu juga mengandung zat
antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab
penyakit infeksi.
Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya
adalah 17,1 persen air; 82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen
protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya
terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9
persen karbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain.
Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi
sebanyak 64 kalori.
Berkat kekayaan zat gizinya, tak heran jika madu sejak zaman baheula
digunakan sebagai obat. Bangsa Mesir kuno misalnya sudah memanfaatkan
madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat benda tajam. Dalam
penelitian ribuan tahun kemudian ditemukan sifat antiseptik ringan dan
antimikrobial dari madu. Karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri
itulah, madu mampu mempercepat penyembuhan luka.
“Sifat antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada
perlukaan dan aksi antiinflamasinya dapat mengurangi nyeri serta
meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan, ” kata
Dr. Peter Molan dari University of Waikato, New Zealand , melalui situs
kesehatan.
Madu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain
mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka
pada kulit.
Sebuah studi terbaru menemukan kandungan antioksidan di dalam cairan
mujarab tersebut. Itu artinya madu ampuh untuk menangkal radikal bebas.
Kita tahu bahwa radikal bebas menjadi penyebab terjadinya berbagai
penyakit yang sulit dikontrol, salah satunya kanker. Temuan tersebut mendorong para peneliti untuk mencari tahu lebih jauh
tentang zat-zat antikanker yang dikandung madu. Diharapkan berbagai
penelitian terkini akan semakin mengukuhkan khasiat madu yang sangat
potensial untuk menghentikan penyebaran penyakit ganas..
Reputasi madu untuk mengatasi gangguan pernapasan masih tetap diakui.
Terutama untuk mengusir dahak atau cairan yang menyumbat saluran
pernapasan. Masyarakat Yunani dan Romawi percaya khasiat madu sebagai dekongestan (pelega hidung saat pilek).
Madu juga memiliki sifat sedatif (penenang) yang ringan. Maka itu
masyarakat tradisional sering membubuhkan madu pada segelas susu untuk
diminum sebelum tidur. Minuman ini membuat mereka rileks dan bisa segera
tidur nyenyak.
Hampir semua makanan manis akan merangsang otak untuk memproduksi
endorfin atau pembunuh nyeri alami di dalam tubuh. Tak terkecuali rasa
manis alami yang dihasilkan madu. Berkaitan dengan kadar fruktosanya
yang tinggi, membuat madu mempunyai efek laksatif atau pencahar yang
ringan.
Efek lain dari madu yang dipercaya sejak lama, yakni sebagai
aprodisiak atau pembangkit gairah seksual. Istilah honeymoon (bulan
madu) berasal dari tradisi kuno masyarakat Eropa Utara, ketika pasangan
pengantin baru diharuskan mengonsumsi madu dan mead (minuman sejenis
wine yang dibuat dari fermentasi madu) yang diyakini bersifat aprodisiak
tadi.
Madu juga memiliki aktivitas sebagai disinfektan ringan, sehingga
mampu menyembuhkan radang tenggorokan. Cairan manis ini juga bisa
meningkatkan produksi saliva atau cairan ludah yang dapat membantu
mengatasi tenggorokan yang kering atau teriritasi.
Para penyanyi opera pun gemar memanfaatkan madu untuk memelihara
kondisi tenggorokan mereka, supaya tetap bisa melantunkan lagu-lagu
merdu. Segelas air hangat dicampur lemon dan madu merupakan ramuan
tradisional yang biasa digunakan untuk mengikis radang tenggorokan.
Jika Anda ingin awet muda, tetap segar dan bugar walau sudah berusia
tua, selalu makan madu secara rutin. Demikian pesan pionir ilmu
kedokteran modern sekaligus filsuf Islam, Dr. Ibnu Sina.
Kaum perempuan di Mesir, Yunani, dan Rusia memang sudah memanfaatkan
madu sejak lama untuk memelihara kecantikan kulit muka agar tetap cantik
dan bersih. Juga untuk menghilangkan noda dan bintik-bintik hitam
(hiperpigmentasi) , serta mencegah keriput. Ramuan berupa 100 gram madu
dicampur 25 ml alkohol dan 25 ml air bersih bisa dicoba untuk merawat
keindahan kulit Anda.
Rasa madu sangat dipengaruhi oleh jenis bunga yang dikunjungi lebah
untuk diambil nektarnya (bahan pembuat madu). Saat ini bisa dijumpai
berbagai madu, seperti madu randu, madu klengkeng, madu asam, madu
mangga, madu apel, madu ceri, madu jeruk, madu peer, dan banyak lagi.
Apabila bunga yang dihinggapi lebah memiliki zat-zat racun,
kemungkinan besar madunya pun beracun. Lebah yang mengambil nektar dari
bunga pohon rhododendron misalnya, bisa memproduksi madu beracun. Bila
dikonsumsi, madu ini bisa menyebabkan kelumpuhan.
Beberapa tanaman, selain rhododendron, mengandung senyawa beracun
dalam nektarnya, antara lain azalea, andromeda, agave, atropa, datura,
euphorbia, kalmia, gelsemium, dan melaleuca. Madu beracun ini biasanya
merupakan madu liar.
Saat ini madu sudah banyak diproduksi yang tentunya mengembil
jenis-jenis tanaman yang selain tidak beracun juga bermanfaat bagi
kesehatan. Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis,
tidak begitu berbahaya dibanding gula.
Meski efeknya ringan dalam menaikkan gula darah dibanding sumber
karbohidrat lain, bagi diabetesi dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke
dokter bila mengonsumsinya.
Manis alami madu telah digunakan di Inggris hingga pertengahan abad
ke-17, untuk menambah nikmat rasa makanan dan minuman. Sayang kebiasaan
ini kemudian berubah ketika orang mulai memproduksi gula. Butiran putih
ini dianggap lebih berkelas dan hanya golongan berstatus sosial
tinggilah yang mampu menjangkaunya.
Namun, di akhir abad ke-17 gula semakin meluas pemakaiannya, tak
hanya terbatas pada kalangan atas. Keluarga kerajaan pun kembali pada
kebiasaan semula, yakni menyantap roti yang diolesi madu berkualitas
tinggi tentunya.
Tak ada salahnya bila kita mencontoh gaya hidup ala Ratu Inggris, sarapan madu setiap hari.
Source: http://www.dluvux.co.cc/2009/11/kuman-tidak-mampu-melawan-madu.html#
Sunday, April 29, 2012
Rahasia Sehat Dengan Madu
Oleh : dr.Dina Evalina Gultom
HANYA dengan menyebut namanya, mungkin anda langsung melayangkan
pikiran Anda ke cairan kental berwarna oranye-kekuningan berasa manis
asam, yang tidak cuma nikmat diminum tapi juga memiliki banyak manfaat
untuk kesehatan.
Ternyata, di balik cairan kental manis asam tersebut tersimpan sejuta rahasia kesehatan yang akan diungkapkan berikut ini.
Setiap1.000 g madu bernilai 3.280 kalori.
Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,5751 susu,
atau 1,680 kg daging. Madu memiliki nilai gizi yang baik untuk
kesehatan. Khasiat madu sangat berkaitan dengan kandungan gulanya yang
tinggi, yakni fruktosa 41persen, glukosa 35 persen,dan sukrosa 1,9
persen. Kadar protein dalam madu sendiri relatif kecil, sekitar
2,6persen.
Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino
essensial maupun non essensial. Serta unsur kandungan lainnya, seperti
tepung sari ditambah berbagai enzim pencernaan. Belum lagi vitamin yang
terdapat dalam madu yang beragam, antara lain vitamin B1, vitamin B2,
B3, B6, dan vitamin C.
Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain Kalium,
Natrium, Kalsium, Magnesium, Besi, Tembaga, Fosfor, dan Sulfur.
Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal
bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati
yang terdapat dalam darah manusia. Madu juga mengandung zat antibiotik
dimana kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu.
Meski sama manisnya, perlakuan tubuh manusia terhadap madu yang manis
itu berbeda dibandingkan dengan gula atau gula pasir. Madu dapat
diproses langsung menjadi glukogen, sedangkan gula harus diproses
terlebih dulu oleh enzim pen-cernaan di usus. Dengan demikian tubuh
manusia bisa lebih cepat merasakan manfaat madu dibandingkan dengan
gula pasir.
Kandungan kalori madu 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan gula
pasir. Walau memberi energi yang besar, madu tidak menambah berat
badan. Karena molekul gula pada madu dapat berubah menjadi gula lain
(misalnya fruktosa menjadi glukosa), madu mudah dicerna oleh perut yang
paling sensitif sekalipun, meskipun memiliki kandungan asam yang
tinggi. Madu dapat membantu usus dan ginjal untuk berfungsi lebih baik.
Jika dicampur dengan air hangat, madu dapat berdifusi ke dalam darah
dalam waktu tujuh menit. Molekul gula bebasnya membuat otak berfungsi
lebih baik karena otak merupakan pengkonsumsi gula terbesar.
Madu menyediakan banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk
pembentukan darah. Lebih jauh lagi ia membantu pembersihan darah dan
peredaran darah sehingga berfungsi sebagai pelindung terhadap masalah
pembuluh kapiler dan arteriosklerosis.
Madu mengandung zat anti-biotik yang aktif melawan serangan berbagai
patogen penyebab penyakit. Ada empat faktor yang bertanggung jawab
terhadap aktivitas antibakteri pada madu.
Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat per-tumbuhan bakteri sehingga bakteri tidak dapat hidup dan berkembang.
Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi
pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut mati. Ketiga,
adanya senyawa radikal hidrogen pe-roksida yang bersifat dapat membunuh
mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri.Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Yang telah
teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan
glikosida.
Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat “disembuhkan”
dan dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain : Penyakit
lambung dan saluran pencernaan, penyakit kulit, infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam, penyakit jantung, hati, dan
paru, penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan
syaraf.
Madu mengatasi gangguan pernapasan, terutama untuk mengusir dahak
atau cairan yang menyumbat saluran pernapasan. Madu adalah desinfektan
ringan, sehingga mampu menyembuhkan radang tenggorokan. Cairan manis
ini juga bisa meningkatkan produksi cairan ludah yang dapat membantu
mengatasi tenggorokan yang kering atau teritasi.
Madu juga dapat mengobati luka infeksi setelah operasi, borok, obat
untuk terapi pasca operasi pasien kanker vulva, luka jahitan dan
pencangkokan kulit. Sebagai obat luka, madu mampu menyerap air pada
luka, sehingga mencegah infeksi dan memperbaiki jaringan dengan cepat.
Madu menembus luka dalam sehingga juga membantu pembentukan butiran
jaringan baru.
Konsumsi madu secara teratur memperkuat sel darah putih untuk melawan
bakteri dan penyakit yang diakibatkan oleh virus. Madu kental dapat
menghentikan pertumbuhan bakteri Candida alba. Madu yang mengencer
hingga 40 persen menjadi bersifat baktericidal (pembunuh bakteri),
sehingga mampu berperan sebagai anti bakteri dan anti jamur. Madu ampuh
melawan Salmonella shigela, E. coli dan Vibrio cholera penyebab
penyakit kolera yang telah merenggut jutaan penduduk dunia.
Madu juga dipercaya sebagai aprodisiak atau pembangkit gairah
seksual. Madu dapat mengurangi efek yng ditimbulkan oleh racun. Madu
bisa mengawetkan makanan. Kue-kue dengan menggunakan madu sebagai
pengganti gula pasir akan lebih lama segarnya karena mengandung
antibiotik alamiah. Madu yang bersifat penenang (sedatif) berguna juga
untuk mengatasi ngompol pada anak-anak, disamping membuat tidur lebih
nyenyak.
Dari beberapa hal itu, dapat disimpulkan bahwa madu bisa memberikan
manfaat sangat penting dalam kehidupan manusia. Berikut ini disampaikan
tips hidup sehat dan sederhana dengan madu yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari :
- Ganti atau kurangkan penggunaan gula pasir dengan madu dalam penyediaaan minuman harian dan makanan. Disamping mendapatkan khasiat kesehatannya juga dapat menambah selera makan dengan keharumana madu.
- Minumlah sesendok besar madu bersama segelas air hangat setiap pagi untuk kesegaran sepanjang hari.
- Jika batuk atau kelelahan, minum satu atau dua sendok madu.
- Jangan dicampur dengan air. Untuk memulihkan tenaga, campurkan telur ayam kampung dengan sedikit madu, diaduk kemudian diminum.
- Campurkan sedikit madu ke dalam minuman kanak-kanak, sehingga akan tidur dengan nyenyak. Sapukan madu pada bekas gigitan atau sengatan serangga untuk mempercepat penyembuhan luka.
Bolehkah Anak Balita Mengkonsumsi Madu?
Balita
Anda susah makan?
Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap
hari. Dari penelitian terbukti, madu bisa menambah nafsu makan,
menurunkan tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek, di samping itu
lengkap kandungan gizinya.
Memberi
makan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) memang
gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, orang tua
tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya
dengan lahap. Sebaliknya, anak balita yang bernafsu makan rendah atau
susah makan, membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir
kehilangan akal untuk membujuknya makan.
Berbagai
jenis makanan dicobakan. Reaksi si anak cuma membuang kembali makanan
di mulutnya bila tidak sesuai kesukaannya. Celakanya, makanan
kesukaannya justru kurang bergizi. Padahal, variasi makanan sangat
perlu. Kalau keadaan ini berlanjut bisa-bisa si anak menderita kurang
makan dan kurang gizi, sehingga mudah sakit. Akibat semua itu proses
tumbuh kembangnya menjadi tidak normal. Yang paling merisaukan, bila ia
menjadi bagian dari generasi tanpa masa depan (lost generation).
Meningkatkan nafsu makan
Untunglah
ada hasil penelitian Y. Widodo. Peneliti pada Pusat Penelitian dan
Pengembangan Gizi di Bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi
para orang tua yang memiliki anak kurang energi protein (KEP). Ia
melaporkan bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat
menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu
makan anak balita.
Penelitian
dilakukan terhadap balita pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi, yang
menderita kurang energi protein (KEP) akibat krismon. Ada 51 balita usia
13 – 36 bulan yang terlibat dalam penelitian. Mereka dibagi menjadi dua
kelompok, pertama Kelompok Madu (25 orang) sebagai sampel, dan kedua
Kelompok Sirop (26 orang) sebagai kontrol. Kedua kelompok sama-sama
diberi tambahan vitamin B-kompleks dan vitamin C (50 mg).
Indikator
yang diamati antara lain data antropometri (umur, bobot badan,
tinggi/panjang badan), sosial-ekonomi, recall konsumsi, riwayat
kesehatan anak pada saat sebelum, selama, dan sesudah perlakuan sekitar
dua bulan.
Hasil
penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek
kelompok madu atau sampel menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan
frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka
juga meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat sirop.
Manfaat kesehatan pemberian madu yang
tampak dalam penelitian tersebut antara lain disebabkan oleh dua hal.
Pertama, madu merupakan makanan yang mengandung aneka zat gizi sedangkan
gula hanya mengandung energi atau kalori. Kedua, madu ternyata juga
mengandung senyawa yang bersifat antibiotik.
Mengandung faktor pertumbuhan
Kandungan
gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa
(41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%). Karbohidrat
madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.
Kadar
protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam
aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial.
Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh
balita.
Vitamin
yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6,
dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain
kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur.
Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal
bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati
yang terdapat dalam darah manusia.
Penelitian
menunjukkan, madu juga mengandung faktor pertumbuhan. Dilaporkan, stek
batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan
tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa perlakuan
madu.
Madu
juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu
keunikan madu. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari
Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton,
Selandia Baru membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif
melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit.
Beberapa
penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat “disembuhkan” dan dihambat
dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan
saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut
(ISPA), batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru;
penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.
Berdasarkan
hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of
Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur,
paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas
antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan
menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat
hidup dan berkembang.
Kedua,
tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi pertumbuhan
dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati. Ketiga,
adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh
mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik yang
bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam.
Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid,
dan glikosida.
Takaran minum madu
Untuk
mendapatkan manfaat kesehatan dari madu, cairan manis yang menjadi
cadangan makanan koloni lebah ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalam
penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20 gram
setiap hari. Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0 – 4 bulan,
karena makanan pertama dan yang utama untuk mereka adalah air susu
ibunya (ASI). Setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu seiring dengan
pemberian makanan tambahan sesuai anjuran.
Menurut
Muhilal, 2-3 sendok makan madu 2 X sehari sudah cukup memadai untuk
menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun untuk penyembuhan atau
pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air
karena akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut
sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.
Selain
menambahkan madu pada menu makanan balita secara teratur, tentu saja
berbagai upaya kesehatan lainnya seperti pengobatan medis, pemberian
makanan tambahan, dan imunisasi umum, harus pula dilakukan. Upaya
tersebut akan lebih mempercepat upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan
gizi balita, terutama yang susah makan, sehingga mereka terhidar
kemungkinan menjadi generasi tanpa masa depan.(source : sulastowo.com)
Kandungan Bermanfaat pada Madu Asli
Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa
saja yang rajin mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit
selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam madu memang
termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan potensial untuk memelihara
kesehatan dan kecantikan.
Sampai saat ini banyak orang yang belum benar-benar mengerti memilih madu yang baik dan asli. Pengertian orang awam tentang madu asli saat ini bila semut tidak mendekat, atau menyala bila dibakar dengan korek api.
Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya
adalah 17,1 persen air; 82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen
protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya
terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9
persenkarbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain.
Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi
sebanyak 64 kalori.
Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis, tidak
begitu berbahaya dibanding gula. Meski efeknya ringan dalam menaikkan
gula darah dibanding sumber karbohidrat lain, bagi diabetes dianjurkan
untuk tetap berkonsultasi ke dokter bila mengkonsumsinya.
Selain itu dalam madu terdapat banyak sekali kandungan vitamin, asam,
mineral dan enzim, yang sangat berguna sekali bagi tubuh sebagaii
pengobatan secara tradisional, antibodi, dan penghambat pertumbuhan sel
kanker/tumor.
Sementara kandungan asam organik dalam madu antara lain asam
glikolat, asam format, asam laktat, asam sitrat, asam asetat, asam
oksalat, asam malat, dan asam tartarat. Dari Beberapa asam tersebut
sangat bermanfaat bagi kesehatan yakni berguna bagi metabolisme tubuh,
di antaranya asam oksalat, asam tartarat, asam laktat, dan asam malat.
Bahkan dalam asam laktat terdapat kandungan zat laktobasilin yang dapat
menghambat pertumbuhan sel kanker dan tumor. Asam amino bebas dalam madu
mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai bahan pembentukan
neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi
otak
Kandungan mineral yang ada dalam madu alam, tergantung dari mana sari
bunga yang dihisapnya. Bunga tersebut di tanam pada tanah yang banyak
kandungan mineral apa. Sehingga banyaknya kandungan zat besi, tembaga
dan mangan akan menjadikan madu berwarna gelap, sementara zat besi erat
hubungannya dengan pewarnaan darah (hemoglobin).
Beberapa kandungan mineral dalam madu adalah Belerang (S), Kalsium
(Ca), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Besi (Fe), Fospor (P), Klor (Cl),
Kalium (K), Magnesium (Mg), Yodium (I), Seng (Zn), Silikon (Si), Natrium
(Na), Molibdenum (Mo) dan Aluminium (Al). Zat tembaga sangat penting
bagi manusia berkaitan dengan hemoglobin, dan kekurangan zat tersebut
menyebabkan berkurangnya ketahanan tubuh, dan memicu meningkatnya kadar
kolesterol.
Zat mangan berfungsi sebagai antioksidan, dan berpengaruh besar dalam
pengontrolan gula darah serta mengatur hormon teroid. Magnesium pegang
peran penting mengaktifkan fungsi replikasi sel, protein dan energi.
Yodium berguna bagi pertumbuhan dan membantu dalam pembakaran kelebihan
lemak pada tubuh. Jika kekurangan seng biasanya kesehatan menurun, mudah
terjadi infeksi dan sering terjadi gangguan kulit seperti jerawat, dll.
Adapun kegunaan kalsium dan fospor sangat berguna bagi pertumbuhan
tulang dan gigi. Besi (Fe) membantu proses pembentukan sel darah merah.
Magnesium, fospor dan belerang berkaitan dengan metabolisme tubuh.
Molibdenum berguna sekali untuk pencegahan anemia dan penawar racun
(terutama bagi orang yang suka minuman keras/alkohol).
Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat,
menulis dalam Journal of Apicultural Research bahwa khasiat
masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua jenis madu pasti
mengandung antioksidan. Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar
gizi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor, menguraikan
tentang kandungan gizi madu. Selain asam organik, dalam madu juga terdapat kandungan asam amino yang berkaitan dalam pembuatan
protein tubuh (asam amino nonesensial). Selain asam amino nonesensial
ada juga asam amino esensial di antaranya: Lysin, Histadin, triptofan,
dll.
Vitamin yang ada dalam kandungan madu, di antaranya: Vitamin B2
(Riboflavin), B5 (asam pantotenat), B6 (Piridoksin), vitamin A, vit C,
vit K, dan betakaroten.
Vitamin A pegang peran penting bagi pertumbuhan dan perkembangan,
serta mempertahankan kesehatan tubuh. Juga berkaitan dengan hormon
andrenalin dan hormon teroid serta mengatur bekerjanya sel-sel saraf.
B2 (Riboflavin) berfungsi membantu pertumbuhan dan reproduksi.
Kekurangan riboflavin mengakibatkan bibir pecah-pecah, iritasi pada
lidah, mata terasa gatal, dan seringkali terjadi katarak. B5
(Pantotenat) pegang peran dalam produksi hormon andrenalin dan sel-sel
darah merah. B6 (Piridoksin) pegang peran penting sebagai benteng pertahanan keseimbangan hormon dan mengatur
fungsi kekebalan. Vit C (berguna sebagai suplemen) sangat berguna bagi
penyembuhan luka, antioksidan serta kekebalan.
Selain itu madu juga mengandung antibiotika sebagai antibakteri dan
antiseptik menjaga luka. Bahkan madu sarang segera menyembuhkan luka
bakar akibat tersiram air mendidih atau minyak panas. Madu sarang sangat
berguna untuk menjaga kesehatan dan penyembuhan terutama penderita
jantung, gagal ginjal, lever, hepatitis, penderita kanker usus, kanker
paru, bronchitis, sinusitis, kelelahan kronis, pusing kronis dan pekerja berat, penderita reumatik,
osteoporosis, kekejangan otot terutama pada olahragawan, penderita
stroke, serta tambahan menu bagi balita dan penderita AIDS/HIV. “Sifat
antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada perlukaan dan aksi
antiinflamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi
yang berpengaruh pada proses penyembuhan,” kata Dr. Peter Molan dari
University of Waikato, New Zealand, melalui situs kesehatan. Madu juga
merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain mempercepat
penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit.
Sekarang banyak pedagang madu yang pandai mengelabuhi pembeli dengan
membawa madu dalam wadah yang diberi sarang lebah di atasnya supaya
terlihat madu dagangannya adalah mdalam air. Madu akan larut setelah
diaduk) , tidak mengandung unsur air, kental sekali, ada rasa amis
seperti karat besi, agak asam, agak langu, jika dicampurkan pada kuning
telur maka kuning telurnya menjadi matang, semut akan mati bila masuk ke
dalam botol berisi madu sarang, madu asli dari sarang lebah. Bagaimana
bisa memastikan bahwa madu sarang itu betul-betul asli, dapat diteliti
dari berat jenisnya (klo di tuangkan ke dalam air secara perlahan tanpa
diaduk tdk keliatan nyata ada gelombang pelarutan halus seperti gula yang dilarutkan bila disimpan dalam lemari es tidak
mengkristal, tambah lama warna berubah menjadi lebih tua, tidak meletup.
Referensi :
1. Endang Saptorini, Madu, Cairan Emas Kaya Antioksidan, 2003.
2. Wati, Madu Lebah Sarang Kandung Gula Alam, 2003.
Sumber Artikel : http://www.facebook.com/notes/madu/analisis-kandungan-madu/242133687459
Subscribe to:
Posts (Atom)